RSS Feed
Maha Guru
image

Habib Muhammad Luthfi bin Yahya

Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Kategori

Setahun lagi Jam'iyyah Thoriqoh Muktamar

image

Senin, 24 /05,  Jam’iyyah Ahluthoriqoh Al Mu’tabaroh Annahdliyyah mengadapakan rapat pleno. Rapat yang dilaksanakan di Kanzus Sholawat itu di hadiri oleh seluruh pengurus Jam’iyyah Ahli Thoriqoh Al Mu’tabaroh Annahdliyyah, baik dari Jawa maupun dari luar Jawa. Rapat dipimpin oleh KH. Habib Thoha selaku Mudir atau ketua umum Jam’iyyah Ahlithoriqoh Al Mu’tabaroh Annahdliyyah dan KH. Masroni selaku Sekjen. Dalam rapat tersebut dibahas berbagai hal termasuk evaluasi program kerja. Hal penting lainnya yang menjadi salah satu agenda rapat adalah Muktamar  ke 11 maupun Munas yang akan menjadi hajatan besar Jam’iyyah Thoriqoh. Juga dibahas dalam rapat tersebut  mengenai deklarasi MATAN (Mahasiswa Ahli Thoriqoh Al Mu’tabaroh Annahdliyyah) yang akan dilaksanakan di Jakarta.

Juga tidak kalah menarik rapat tersebut juga dihadiri beperapa pajabat BPN (Badan pertanahan Nasional) baik dari pusat maupun dari Kanwil Jateng. Kehadiran pejabat BPN tersebut untuk sosialisasi program kerja BPN termasuk Reformasi Agraria. Dalam pertemuan pejabat BPN dan Pengurus Thoriqoh tersebut juga membahas kerjasama BPN dengan Jam’iyyah Ahluthoriqoh Al Mmu’tabaroh Annahdliyyah, yang akan ditindak lanjuti dengan MOU  dalam waktu dekat.

Rois ‘Am Jam’iyyah Ahli Thoriqoh Annahdliyyah, KH. Habib M. Lutfi Bin Yahya dalam sambutannya pada rapat tersebut menekankan agar Jam’iyyah Thoriqoh tidak terkontaminasi dengan politik paktis, juga menekankan pada peserta rapat agar Jam’iyyah Thoriqot lebih bisa mandiri dalam  perekonomian, sehingga dalam setiap acara baik Munas, Muktamar dan lain sebagainya tidak selalu mengeluarkan proposal atau permohonan bantuan dana. Al Habib M. Lutfi Bin Yahya menghimbau Agar lembaga perekonomian Jam’iyyah Ahli Thoriqoh Al Mu’tabaroh untuk lebih efesien, kreatif dan mandiri.

Dalam sambutannya ulama yang menjabat Ketua Umum MUI Jateng itu juga membacakan hasil kesepakatan pada rapat tersebut, antara lain;  Muktamar Jamiyyah Ahli Thoriqoh Al Mu’tabarroh Annahdliyyah yang ke 11 akan dilaksanakan Pada tanggal 17 Jumadil Akhir 1432 H, akan dilaksanakan di Kabupaten Lamongan tepatnya di Pondok Pesantren  Sunan Drajat yang diasuh KH. Abdul Ghofur. Dilaksanakannya muktanmar di Ponpes tersebut karena pertimbangan berbagai hal; letaknya yang strategis, mempunyai luas tanah 50 hektar lebih, dan mempunyai landasan helikopter serta pelabuhan.

Lokasi yang strataegis itu memudahkan kelancaran transportasi, salah satu komponen paling vital dalam acara Muktamar. Kemudian MUNAS Jamiyyah Ahli Thoriqoh Al Mu’tabaroh Annahdliyah akan dilaksanakan di Kalimantan Timur.

sebelumnya Abah memberikan keputusan bijaksana untuk memberikan dukungan seluas-luasnya untuk NU agar kreatif dan dewasa dalam berorganisasi. termasuk wujudnya adalah mengundurkan diri dalam jajaran pengurus PBNU

 

 

Tue, 25 May 2010 @12:22

Pengamalan Tasawuf Ala Al Habib Luthfi

image

di kemas dalam wawancara, agar enak pemamannya selengkapnya...

Sun, 16 May 2010 @09:47

Interaksi Dengan Al Quran

image

Pada kesempatan ini kita mengurai tentang bagaimana hubungan kita dengan al Qur'an. Baginda Nabi Saw yang menerima al Qur'an jauh sebelum mendapat wahyu sering nyepi di dalam gua hiro. Kadang 3 hari, kadang 10 hari, kadang lebih, sehingga pada waktu turun wahyu iqra' bismirabbikal ladi kholaq, kholaqal insane min alaq, pada saat nabi khalwat, menyepi. Dengan sering tafakur nabi lebih dekat, lebih dekat bukan untuk mengenal, karena Nabi sudah mengenal Allah Ta'ala. Sehingga ketika di gua hiro' pendekatan-pendekatan (taqarub) yang dilakukan nabi sangat luar biasa. Sehingga tepat turunnya wahyu. selengkapnya...

Sat, 24 Apr 2010 @19:06

Profil Habib Muhammad Luthfi bin Yahya

image

Maulana Habib dilahirkan di Pekalongan pada hari Senin, pagi tanggal 27 Rajab tahun 1367 H. Bertepatan tanggal 10 November, tahun 1947 M. Dilahirkan dari seorang syarifah, yang memiliki nama dan nasab: sayidah al Karimah as Syarifah Nur binti Sayid Muhsin bin Sayid Salim bin Sayid al Imam Shalih bin Sayid Muhsin bin Sayid Hasan bin Sasyid Imam ‘Alawi bin Sayid al Imam Muhammad bin al Imam ‘Alawi bin Imam al Kabir Sayid Abdullah bin Imam Salim bin Imam Muhammad bin Sayid Sahal bin Imam Abd Rahman Maula Dawileh bin Imam ‘Ali bin Imam ‘Alawi bin Sayidina Imam al Faqih al Muqadam bin ‘Ali Bâ Alawi.

Sementara nasab beliau dari jalur ayah:

  • Rasulullah Muhammad SAW
  • Sayidatina Fathimah az-Zahra + Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib
  • Imam Husein ash-Sibth
  • Imam Ali Zainal Abiddin
  • Imam Muhammad al-Baqir
  • Imam Ja’far Shadiq
  • Imam Ali al-Uraidhi
  • Imam Muhammad an-Naqib
  • Imam Isa an-Naqib ar-Rumi
  • Imam Ahmad Al-Muhajir
  • Imam Ubaidullah
  • Imam Alwy Ba’Alawy
  • Imam Muhammad
  • Imam Alwy
  • Imam Ali Khali Qasam
  • Imam Muhammad Shahib Marbath
  • Imam Ali
  • Imam Al-Faqih al-Muqaddam Muhammd Ba’Alawy
  • Imam Alwy al-Ghuyyur
  • Imam Ali Maula Darrak
  • Imam Muhammad Maulad Dawileh
  • Imam Alwy an-Nasiq
  • Al-Habib Ali
  • Al-Habib Alwy
  • Al-Habib Hasan
  • Al-Imam Yahya Ba’Alawy
  • Al-Habib Ahmad
  • Al-Habib Syekh
  • Al-Habib Muhammad
  • Al-Habib Thoha
  • Al-Habib Muhammad al-Qodhi
  • Al-Habib Thoha
  • Al-Habib Hasan
  • Al-Habib Thoha
  • Al-Habib Umar
  • Al-Habib Hasyim
  • Al-Habib Ali
  • Al-Habib Muhammad Luthfi

Masa Pendidikan

Pendidikan pertama Maulana Habib Luthfi diterima dari ayahanda al Habib al Hafidz ‘Ali al Ghalib. Selanjutnya beliau belajar di Madrasah Salafiah. Guru-guru beliau di Madrasah itu diantaranya:

  • Al Alim al ‘Alamah Sayid Ahmad bin ‘Ali bin Al Alamah  al Qutb As Sayid ‘Ahmad bin Abdullah bin Thalib al Athas
  • Sayid al Habib al ‘Alim Husain bin Sayid Hasyim bin Sayid Umar bin Sayid Thaha bin Yahya (paman beliau sendiri)
  • Sayid al ‘Alim Abu Bakar bin Abdullah bin ‘Alawi bin Abdullah bin Muhammad al ‘Athas Bâ ‘Alawi
  • Sayid ‘Al Alim Muhammad bin Husain bin Ahmad bin Abdullah bin Thalib al ‘Athas Bâ ‘Alawi.

Beliau belajar di madrasah tersebut selama tiga tahun.

Perjalanan Ilmiah

Selanjutnya pada tahun 1959 M, beliau melanjutkan studinya ke pondok pesantren Benda Kerep, Cirebon. Kemudian Indramayu, Purwokerto dan Tegal. Setelah itu beliau melaksanakan ibadah haji serta menjiarahi datuknya Rasulullah Saw., disamping menimba ilmu dari ulama dua tanah Haram; Mekah-Madinah. Beliau menerima ilmu syari’ah, thariqah dan tasawuf dari para ulama-ulama besar, wali-wali Allah yang utama, guru-guru yang penguasaan ilmunya tidak diragukan lagi.

Dari Guru-guru tersebut beliau mendapat ijazah Khas (khusus), dan juga ‘Am (umum) dalam Da’wah dan nasyru syari’ah (menyebarkan syari’ah), thariqah, tashawuf, kitab-kitab hadits, tafsir, sanad, riwayat, dirayat, nahwu, kitab-kitab tauhid, tashwuf, bacaan-bacaan aurad, hizib-hizib, kitab-kitab shalawat, kitab thariqah, sanad-sanadnya, nasab, kitab-kitab kedokteran. Dan beliau juga mendapat ijazah untuk membai’at.

Silsilah Thariqah dan Baiat:

Al Habib Muhammad Luthfi Bin Ali Yahya mengambil thariqah dan hirqah Muhammadiah dari para tokoh ulama. Dari guru-gurunya beliau mendapat ijazah untuk membaiat dan menjadi mursyid. Diantara guru-gurunya itu adalah:

Thariqah Naqsyabandiah Khalidiyah dan Syadziliah al ‘Aliah

Dari Al Hafidz al Muhadits al Mufasir al Musnid al Alim al Alamah Ghauts az Zaman Sayidi Syekh Muhammad Ash’ad Abd Malik bin Qutb al Kabir al Imam al Alamah Sayidi Syekh Muhammad Ilyas bin Ali bi Hamid

  • Sanad Naqsyabandiayah  al Khalidiyah:

Sayidi Syekh ash’ad Abd Malik dari bapaknya Sayidi Syekh Muhammad Ilyas bin Ali bi Hamid dari Quth al Kabir Sayid Salaman Zuhdi dari Qutb al Arif Sulaiman al Quraimi dari Qutb al Arif Sayid Abdullah Afandi dari Qutb al Ghauts al Jami’ al Mujadid Maulana Muhammad Khalid sampai pada Qutb al Ghauts al Jami’ Sayidi Syah Muhammad Baha’udin an Naqsyabandi al Hasni.

  • Syadziliyah :

Dari Sayidi Syekh Muhammad Ash’Ad Abd Malik dari al Alim al al Alamah Ahmad an Nahrawi al Maki dari Mufti Mekah-Madinah al Kabir Sayid Shalih al Hanafi ra.

Thariqah al ‘Alawiya al ‘Idrusyiah al ‘Atha’iyah al Hadadiah dan Yahyawiyah:

  • Dari al Alim al Alamah Qutb al Kabir al Habib ‘Ali bin Husain al ‘Athas.
  • Afrad Zamanihi Akabir Aulia al Alamah al habib Hasan bin Qutb al Ghauts Mufti al kabir al habib al Iamam ‘Utsman bin Abdullah bin ‘Aqil bin Yahya Bâ ‘Alawi.
  • Al Ustadz al kabir al Muhadits al Musnid Sayidi al Al Alamah al Habib Abdullah bin Abd Qadir bin Ahmad Bilfaqih Bâ ‘Alawi.
  • Al Alim al Alamah al Arif billah al Habib Ali bin Sayid Al Qutb Al Al Alamah Ahmad bin Abdullah bin Thalib al ‘Athas Bâ ‘Alawi.
  • Al Alim al Arif billah al Habib Hasan bin Salim al ‘Athas Singapura.
  • Al Alim al Alamah al Arif billah al Habib Umar bin Hafidz bin Syekh Abu Bakar bin Salim Bâ ‘Alawi.

Dari guru-guru tersebut beliau mendapat ijazah menjadi mursyid, hirqah dan ijazah untuk baiat, talqin dzikir khas dan ‘Am.

Thariqah Al Qadiriyah an Naqsyabandiyah:

  • Dari Al Alim al Alamah tabahur dalam Ilmu syaria’at, thariqah, hakikat dan tashawuf Sayidi al Imam ‘Ali bin Umar bin Idrus bin Zain bin Qutb al Ghauts al Habib ‘Alawi Bâfaqih Bâ ‘Alawi Negara Bali.  Sayid Ali bin Umar dari Al Alim al Alamah Auhad  Akabir Ulama Sayidi Syekh Ahmad Khalil bin Abd Lathif Bangkalan. ra.

Dari kedua gurunya itu, al Habib Muhammad Luthfi mendapat ijazah menjadi mursyid, hirqah, talqin dzikir dan ijazah untuk bai’at talqin.

Jami’uthuruq (semua thariqat) dengan sanad dan silsilahnya:

Al Imam al Alim al Alamah al Muhadits al Musnid al Mufasir Qutb al Haramain Syekh Muhammad al Maliki bin Imam Sayid Mufti al Haramain ‘Alawi bin Abas al Maliki al Hasni al Husaini Mekah.

Dari beliau, Maulana Habib Luthfi mendapat ijazah mursyid, hirqah, talqin dzikir, bai’at khas, dan ‘Am, kitab-kitab karangan syekh Maliki, wirid-wirid, hizib-hizib, kitab-kitab hadis dan sanadnya.

Thariqah Tijaniah:

  • Al Alim al Alamah Akabir Aulia al Kiram ra’su al Muhibin Ahli bait Sayidi Sa’id bin Armiya Giren Tegal. Kiyai Sa’id menerima dari dua gurunya; pertama Syekh’Ali bin Abu Bakar Bâsalamah. Syekh Ali bin Abu Bakar Bâsalamah menerima dari Sayid ‘Alawi al Maliki. Kedua Syekh Sa’id menerima langsung dari Sayid ‘Alawi al Maliki.

Dari Syekh Sa’id bin Armiya itu Maulana Habib Luthfi mendapat ijazah, talqin dzikir, dan menjadi mursyid dan ijazah bai’at untuk khas dan ‘am.

Kegiatan-kegiatan Maulana Habib:

  • Pengajian Thariqah tiap jum’at Kliwon pagi (Jami'ul Usul thariq al Aulia).
  • Pengajian Ihya Ulumidin tiap Selasa malam.
  • Pengajian Fath Qarib tiap Rabu pagi(husus untuk ibu-ibu)
  • Pengajian Ahad pagi, pengajian thariqah husus ibu-ibu.
  • Pengajian tiap bulan Ramadhan (untuk santri tingkat Aliyah).
  • Da’wah ilallah berupa umum di berbagai daerah di Nusantara.
  • Rangakain Maulid Kanzus (lebih dari 60 tempat) di kota Pekalongan dan daerah sekitarnya. Dan kegiatan lainnya.

Jabatan Organisasi:

  • Ra’is ‘Am jam’iyah Ahlu Thariqah al Mu’tabarah an Nahdiyah.
  • Ketua Umum MUI Jawa Tengah dll.

Fri, 23 Apr 2010 @21:34

Komentar Terbaru





Arsip











Copyright © 2012 aliem · All Rights Reserved